Long Haul Flight with Infant from Jakarta to London, transit in Dubai (Bilingual)

Daddy and Izzy were still sleeping. Mommy Bear woke up too early at that time. It was still 3:36 AM in a hotel in Dubai.

We chose to transit in Dubai for 12 hours, to have some rest and have a little trip around Dubai city. I guess we had a little bit of Jet Lag. We flew from Jakarta to Dubai for 8 hours, and Jakarta’s time is 4 hours ahead than Dubai’s time, so time zones got a little messed up. 

Guess what? This was Izzy’s first flight - a long haul trip from Jakarta to Dubai, to London. 11,700km. Thank God we passed it without any difficulties. Izzy made it so easy for us. In fact, one of the reasons we chose to stay in Dubai for one night was due to concern about Izzy’s condition, since she is still too young and she probably won’t be happy with her first flight. Turns out, she was more than fine. Woo! We feel so blessed that Izzy is a relaxed baby. She always seems to enjoy the trip, even when we take her to malls. All she does is sleep, observe, smile, and laugh. She’s always content - at least I can say that until now. Hopefully she will always be like this.

Izzy the Wander Bear, Izzy Bear, Izzy Varney
Traveling via CKG-DXB-LHR

long haul flight with infant from Jakarta to Dubai to London with Emirates Economy Class
Izzy Bear is checking out the airplane from her bassinet.

In this post, we will share our first experience flying with an infant (2 months old) from Jakarta to Dubai, 12 hours transit,  before flying to our main destination, London.

What to prepare in the cabin bag to Dubai?
Dubai and London have different weather: Dubai is around 25 degrees and London is currently 5 degrees, and all checked-in suitcases were sent directly to our main destination. Here are some things that we prepared for Izzy in our cabin bag:
  • 12 Diapers (for the 8 hours trip in the airplane - and 12 hours transit in a hotel. You can always bring extra!).
  • Wet wipes.
  • Tissues.
  • Baby cream or oil (less than 100ml).
  • A towel.
  • 2-in-1 baby shower gel and shampoo (less than 100ml).
  • Spare clothes (including a coat, a hat, socks, mittens, and layers of clothing for Izzy to get changed when we arrive in London).
  • Breastmilk in a bottle (it was more than 100ml but we were allowed to take it).
  • Pacifiers (if necessary).
  • Breast pump and breast milk sterile bags.
  • A toy / a doll / a teddy (to keep our baby occupied).
  • A blanket (if necessary, since every flight always provides blankets for long-haul trips).
  • A baby carrier (this went in the overhead).
Tips: Mommy Bear’s friend gave us some tips that we need to prepare breastmilk in the bottle (or formula milk) in case we meet difficulties on the airplane due to the altitude. It’s better safe than sorry. The last thing we want is to have our baby crying out loud, and leave them starving. Also, you might be asked to show your belongings to the Immigration officers, since it’s a liquid. It would be better if you inform them in the first place.

My experience: The airline gave us a toy and a goody pouch with the wet wipes and baby cream in it, but it’s good to bring our own, especially if your baby has sensitive skin. As for the breastmilk in the bottle, luckily I was fine breastfeeding, however since we did prepare the breastmilk in the bottle, we used it on descent into Dubai. It was useful for Daddy, since he also wanted to feed her.

Goodie pouch
Freebies: A goody pouch and a toy
Family Vacation: Flying with Emirates Airline
Daddy, Mommy and Izzy Bear are color coordinated.


In the Airplane.
Extra seat belt
Don’t forget to ask the flight attendant for an extra seat belt for an infant, in case they forget. You will have to put your baby on your lap with the seat belt on for both of you during the take off and landing. Your baby’s seat belt will be fastened to yours.

Baby bassinet
The flight attendant will put on the baby bassinet for your baby after taking off, and will take that off before landing. However this depends on the airline and the flight. It is best to ask at the check-in desk, and notify flight attendants. 

Baby bassinet - Emirates Premium Economy Class
She is a happy traveler.

Family trip with Emirates from Jakarta to Dubai
Emirates Premium Economy class with bassinet.


Tips: It seems like babies also have that funny feeling we have with our ears during the take off and landing. However we are not sure whether they can pop their ears like we do or not. To avoid Izzy of getting ratty, I fed her during the take off and landing. Daddy also helped to stroke her forehead to distract her and make her sleepy.

Any Other Questions?

Did we have to pay for the infant tickets?
Yes, we did.

How much was the ticket price for infant (0-2 years old)? 
Izzy’s inbound and outbound tickets were the 10% of the adult return tickets.

What is the minimum age for a baby to travel by airplane?
There are no standard regulations, it’s best to check with the airline before you book. However it’s normally at least 2-3 weeks old.

Did we provide a letter from Izzy’s Pediatrician before flying?
No, we did not. No need to provide any letter.

Did we bring a baby stroller?
No, we didn’t. Because we have one in our main destination,  the UK. However if you are willing to take your baby stroller, you need to ensure whether it’s free of charge or not. We flew with Emirates, turns out the baby strollers are free of charge in the bagage as long as the stroller is for 0-2 years old baby.

Did Izzy pay for the Dubai transit visa?
Izzy didn’t pay since she has a British passport like Daddy, but Mommy Bear did. We went to the counter at the DXB airport. It was 10 USD on the receipt for the Visa On Arrival (VOA) but they took 11 USD.

Tips: For Indonesians who are willing to transit and pass the immigration, you can purschase the VOA at the airport or do it online. However, it has to be at least 8 hours and less than 96 hours transit, and you have to show the hotel booking number which has to be booked for more than 24 hours.

In front of Burj Khalifa, the tallest building in the world.
In front of the 2nd largest mall in the world, the Dubai Mall,
 and the tallest building in the world, Burj Khalifa. | De
c 16, 2018.


If you want to see more about our Dubai trip, please see our vlog below:


Have a nice day! x

——————————

Judul: Penerbangan Panjang Pertama Dengan Bayi dari Jakarta ke London, Transit di Dubai.

Daddy dan Izzy Bear masih terlelap. Mommy Bear bangun sangat awal pada saat itu. Masih jam 3:36 subuh di sebuah hotel di Dubai.

Kami memilih untuk transit selama 12 jam, beristirahat dan sedikit berjalan-jalan melihat kota Dubai. Saya rasa waktu itu kami mengalami sedikit jet lag. Kami terbang dari Jakarta ke Dubai selama 8 jam, dan waktu Jakarta adalah 4 jam lebih cepat dari pada waktu Dubai, jadi zona waktu kami jadi sedikit berantakan.

Tebak apa? Itu adalah penerbangan pertama Izzy - penerbangan panjang dari Jakarta ke Dubai, ke London 11,700km. Terima kasih Tuhan, kami melewatinya tanpa kesulitan-kesulitan. Izzy membuatnya mudah untuk kami. Pada kenyataannya, alasan kami memilih untuk menginap satu malam di Dubai adalah dalam rangka memikirkan kondisi Izzy, dia masih terlalu muda dan mungkin akan tidak senang dengan penerbangan pertamanya. Ternyata dia malah lebih dari baik-baik saja. Hore! Kami merasa sangat diberkati karena Izzy adalah anak bayi yang santai. Dia sepertinya selalu menikmati perjalanan, bahkan ketika kami membawanya ke mal-mal. Yang dia lakukan adalah tidur, melihat-lihat, tersenyum dan tertawa. Dia selalu senang - paling tidak saya bisa mengatakannya sampai sekarang. Semoga dia akan terus seperti ini.

Di dalam tulisan ini, kami akan membagikan pengalaman pertama kami terbang bersama bayi (usia 2 bulan) dari Jakarta ke Dubai, 12 jam transit, sebelum akhirnya terbang ke tujuan utama kami, London.

Apa saja yang dipersiapkan di dalam tas kabin ke Dubai?
Dubai dan London memiliki cuaca yang berbeda: Dubai sekitar 25 derajat dan London saat ini sekitar 5 derajat, dan semua koper-koper yang di-check-in-kan dikirim langsung ke destinasi utama kami. Ini adalah beberapa benda yang kami persiapkan untuk Izzy di tas kabin kami:
  • 12 popok (untuk perjalanan 8 jam di pesawat - dan 12 jam transit di hotel. Kamu boleh membawa lebih!).
  • Tisu basah.
  • Tisu kering.
  • Krim atau minyak bayi (kurang dari 100ml).
  • Sebuah handuk
  • Shampo dan sabun cair bayi 2in1 (kurang dari 100ml).
  • Pakaian cadangan (termasuk sebuah mantel, topi, kaos kaki, sarung tangan, dan beberapa lapis baju untuk Izzy digantikan ketika kami tiba di London).
  • ASI di dalam sebuah botol (waktu itu lebih dari 100ml, tapi kami diperbolehkan untuk membawanya).
  • Empeng (Jika diperlukan).
  • Pompa ASI dan kantogan steril ASI.
  • Sebuah mainan / boneka / teddy (untuk menjaga agar bayi kita sibuk).
  • Sebuah selimut (Jika diperlukan, karena setiap maskapai penerbangan selalu menyediakan selimut untuk perjalan panjang).
  • Sebuah gendongan bayi (ini ditaruh di bagian penyimpanan pesawat di atas kepala).
Tips: Teman Mommy Bear memberikan beberapa masukan bahwa kita harus menyiapkan ASI di dalam botol (atau susu formula) jaga-jaga kita mengalami kesulitan di atas pesawat dengan ketinggian. Lebih baik cari aman dari pada menyesal. Hal terakhir yang kita inginkan adalah membuat bayi kita menangis kencang dan membuat mereka kelaparan. Kamu juga mungkin diminta untuk menunjukkan barang-barang bawaanmu ke petugas imigrasi, karena itu merupakan cairan. Alangkah lebih baik jika kamu menginformasikan ke mereka terlebih dahulu.

My experience: Maskapai penerbangan memberikan kami sebuah mainan dan kantongan goody dengan tisu basah dan krim bayi di dalamnya, tapi lebih baik kita membawa milik kita sendiri, terutama jika anak kamu mempunyai kulit sensitif. Untuk ASI yang di dalam botol, untungnya saya baik-baik saja menyusui, namun karena kita sudah menyediakan ASI di botol, kami menggunakannya pada saat penurunan menuju Dubai. Itu sangat berguna untuk Daddy, karena dia juga ingin memberi makan dia.


Di dalam pesawat.
Sabuk pengaman extra
Jangan lupa bertanya ke pramugari/a untuk sabuk pengaman ekstra untuk bayi, jaga-jaha apabila mereka lupa. Kamu harus meletakkan bayimu diatas pahamu dengan sabuk pengaman yang terpasang untuk kamu berdua selama lepas landas dan pendaratan. Sabuk pengaman bayimu akan diikat ke punyamu.

Keranjang bayi
Pramugari/a akan memasangkan bassinet (tempat tidur atau keranjang bayi) untuk bayimu setelah lepas landas, dan akan mencopotnya sebelum mendarat. Ini akan lebih baik jika kamu menanyakan di meja check-in, dan memberi tahukan pramugari/a.


Tips: Sepertinya bayi-bayi juga merasakan perasaan aneh yang kita rasakan dengan telinga kita selama lepas landas ataupun pendaratan. Namun kita tidak yakin apakah mereka dapat membuka telinga mereka seperti yang kita lakukan atau tidak. Untuk menghindari Izzy menjadi rewel, Saya memberikan dia susu selama lepas landas dan pendaratan. Daddy juga membantu mengelus jidatnya untuk mengalihkan perhatiannya dan membuatnya mengantuk.


Ada pertanyaan-pertanyaan lainnya?

Apakah kami membayar tiket-tiket untuk bayi?
Ya, kami membayarnya.

Berapa harga tiket untuk bayi (usia 0-2 tahun)?
Tiket pulang pergi Izzy adalah 10% dari tikat pulang pergi orang dewasa.

Berapakah usia minimum bayi untuk berpergian menggunakan pesawat?
Tidak ada peraturan khusus mengenai itu, lebih baik menanyakan langsung ke maskapai penerbangan tersebut sebelum kamu memesan. Namun biasanya si bayi berusia paling tidak 2-3 minggu.

Apakah kami menyediakan surat dari dokter anak sebelum terbang?
Tidak, kami tidak menyediakan. Surat tidak diperlukan.

Apakah kami membawa dorongan bayi?
Tidak, kami tidak membawa. Karena kami sudah memiliki satu dorongan bayi di tempat tujuan kami, di Inggris. Namun jika kamu bermaksud untuk membawa dorongan bayi kamu, kamu harus memastikan apakah itu bebas biaya atau tidak. Kami terbang dengan Emirates, ternyata dorongan bayi tidak berbayar disimpan di bagasi selama dorongan tersebut untuk bayi berusia 0-2 tahun.

Apakah Izzy membayar visa transit Dubai?
Izzy tidak membayar karena dia memiliki paspor Inggris seperti Daddy, tapi Mommy Bear membayar. Kami pergi ke konter di bandara DXB. Itu seharga 10 USD di tanda terima untuk Visa On Arrival (VOA) tapi mereka mengambil 11 USD.


Tips: Untuk orang-orang Indonesia yang berkeinginan transit dan melewati Imigrasi, kamu dapat membeli VOA di bandara atau lakukan secara online. Tapi, paling tidak transit selama paling sedikit 8 jam dan kurang dari 96 jam, dan kamu harus menunjukkan nomor booking hotel yang mana harus telah dibooking lebih dari 24 jam.

Jika kamu ingin menyaksikan lebih banyak mengenai perjalanan Dubai kami, silahkan melihat vlog kami di bawah ini:


Semoga harimu menyenangkan! x

Comments